Wamenhan Mewakili Menhan RI di Acara UN Peacekeeping Ministerial Preparatory Meeting
Selasa, 4 Februari 2025Bogor – Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto mewakili Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri acara United Nations (UN) Peacekeeping Ministerial Preparatory Meeting : The Future of UN Peacekeeping, di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Selasa (4/2). Acara tersebut berlangsung selama dua hari yaitu 4-5 Februari 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan Indonesia bersama dengan Belanda, Amerika Serikat, dan Bangladesh, serta dihadiri oleh United Nations Under-Secretary General for Peace Operations, United Nations Under-Secretary General for Policy, Strategy, and Compliance, perwakilan sekitar 50 negara anggota PBB, serta perwakilan dari lembaga think tank global.
Pada sesi sambutan pembukaan, Wamenhan membacakan sambutan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam hal ini Indonesia selaku tuan rumah pada pertemuan United Nations (UN) Peacekeeping Ministerial Preparatory. “Sebagai salah satu negara yang telah lama berkontribusi dalam pengiriman pasukan pemeliharaan perdamaian, Indonesia sangat menekankan pentingnya peran Operasi Pemeliharaan Perdamaian dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Mereka telah ditempatkan di berbagai misi PBB, menghadapi lingkungan yang penuh risiko dan tantangan, serta mencerminkan semangat solidaritas global,” kata Menhan dalam sambutan yang dibacakan oleh Wamenhan Donny.
Lebih lanjut Menhan dalam sambutan yang disampaikan oleh Wamenhan menyambut baik studi terbaru PBB tentang masa depan pemeliharaan perdamaian, model baru, dan kapabilitas terkait. Studi tersebut menyoroti beberapa aspek penting yang membutuhkan perhatian segera, termasuk pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi sebagai alat utama dalam pemeliharaan perdamaian modern, jaminan bahwa operasi pemeliharaan perdamaian tetap tangkas, fleksibel, dan mampu beradaptasi dengan situasi yang berkembang pesat di lapangan, dan penguatan kemitraan.
Sejalan dengan studi ini, Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB merepresentasikan multilateralisme dalam tindakan. Keberhasilan pemeliharaan perdamaian merupakan bukti nyata bahwa multilateralisme mampu mengatasi tantangan perdamaian dan keamanan internasional. “Oleh karena itu, saya mengajak Anda semua untuk mengikuti diskusi selama dua hari ke depan dengan fokus pada solusi yang konkret dan dapat diimplementasikan. Mari kita melangkah lebih jauh dari sekadar narasi teoritis dan mengembangkan kerangka kerja praktis untuk memperkuat operasi pemeliharaan perdamaian,” tegas Menhan dalam sambutan yang disampaikan Wamenhan. (Biro Infohan Setjen Kemhan)